ketika itu, di Google saya
menemukan bahwa metodologi berarti suatu sistem metode yang digunakan
dalam suatu penelitian, selain juga berarti ilmu yang mempelajari metode
penelitian. Pada sisi lain, metode berarti prosedur tertentu untuk
mencapai suatu tujuan secara sistematik dengan menggunakan teknik-teknik
tertentu yang telah direncanakan. Teknik dalam hal ini diartikan
sebagai cara untuk melakukan suatu kegiatan yang memerlukan keterampilan
khusus dengan mengikuti prosedur tertantu. Metode dan teknik memerlukan
prosedur sebagai langkah-langkah pelaksanaan kegiatan masing-masing.
Dengan memeriksa di Google saya menjadi mengerti, apa itu methodologi,
metode, teknik, dan prosedur sehingga tidak perlu berdebat kusir
sebagaimana yang dilakukan oleh teman-teman saya.
Selanjutnya di Google saya menemukan bahwa terdapat banyak jenis metode
yang dapat dipilih untuk melaksanakan suatu penelitian. Dan tentu saja,
juga terdapat lebih banyak lagi teknik penelitian karena satu metode
dapat dilaksanakan dengan menggunakan lebih dari satu teknik. Hanya
saja, setelah melakukan penelusuran di Google, saya menjadi bingung
karena jenis metode penelitian ternyata disajikan secara tidak
konsisten. Maksud saya, ada yang mendasarkan jenis penelitian pada cara
pengumpulan data, ada yang mendasarkan pada kategori data yang
dikumpulkan, ada pula yang mendasarkan pada teknik yang digunakan untuk
menganalisis data. Sebenarnya ini tidak akan membingungkan, kalau saja
penggolongan dengan dasar yang berbeda-beda tersebut tidak
dicampuradukkan menjadi satu. Dari hasil penelusuran tersebut saya
memilah-milah jenis-jenis penelitian sesuai dengan dasar yang digunakan
untuk membedakan:
- Teknik penentuan obyek penelitian, dibedakan penelitian kasus (case study), penelitian survei (survey), penelitian eksperimental (experiment), dan penelitian kaji tindak (action research)
- Teknik pengumpulan data, dibedakan menjadi penelitian wawancara (interview), penelitian jajag pendapat (poll), dan penelitian observasi (observation),
- Jenis data, dibedakan penelitian kualitatif (qualitative research), penelitian kuantitatif (quantitative research), dan penelitian metode campuran (mixed-methods research)
- Sumber data, dibedakan penelitian empiris (empirical research) dan penelitian kepustakaan (literature study)
- Kategori teknik analisis data, dibedakan penelitian deskriptif (descriptive research) dan penelitian analitis (analytical research)
- Cakupan bidang ilmu, dibedakan penelitian dasar (basic research) dan penelitian terapan (applied research)
- Kedalaman tingkat pembahasan, dibedakan penelitian eksploratori (exploratory research), penelitian eksplanatori (explanatory research), penelitian evaluasi (evaluation research), penelitian prakiraan (forecasting research), penelitian pengendalian, dan penelitian pembangunan teori (theory building, grounded theory).
Saya masih mempelajari jenis-jenis yang sedemikian banyak ini sehingga
baru akan bisa memaparkannya pada tulisan berikutnya. Untuk sekarang,
silahkan klik tautan yang tersedia untuk memperoleh penjelasan lebih
rinci.
Lalu bagaimana memilih metode yang tepat menjadi suatu metodologi yang koheren? Situs situs Explorable menyatakan bahwa metode penelitin harus disesuaikan dengan tujuan penelitian dan situs EIPPEE
memberikan contoh metode penelitian yang sesuai untuk beberapa kategori
tujuan penelitian tertentu. Perlu diperhatikan bahwa yang dimaksud
dengan metode pada situs ini merupakan campuran antara metodologi dan
metode dan metode didasarkan pada teknik khusus analisis data (yang
membingungkan saya karena mencampuradukkan sesuatu yang dasarnya
berbeda-beda). Hanya saja, penggabungan metode menjadi satu metodologi
yang koheren memerlukan pertimbangan lebih daripada sekedar tujuan
penelitian karena untuk itu perlu pemahaman dasar terhadap filsafat ilmu
(philosophy of science), sebagaimana telah saya paparkan pada tulisan Apa Yang Kamu Cari Palupi: Apa Itu Sudut Pandang atau Paradigma Penelitian?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar