Selasa, 12 Mei 2015

Apa Itu Metodologi, Metode, Teknik, dan Prosedur Penelitian?


ketika itu, di Google saya menemukan bahwa metodologi berarti suatu sistem metode yang digunakan dalam suatu penelitian, selain juga berarti ilmu yang mempelajari metode penelitian. Pada sisi lain, metode berarti prosedur tertentu untuk mencapai suatu tujuan secara sistematik dengan menggunakan teknik-teknik tertentu yang telah direncanakan. Teknik dalam hal ini diartikan sebagai cara untuk melakukan suatu kegiatan yang memerlukan keterampilan khusus dengan mengikuti prosedur tertantu. Metode dan teknik memerlukan prosedur sebagai langkah-langkah pelaksanaan kegiatan masing-masing. Dengan memeriksa di Google saya menjadi mengerti, apa itu methodologi, metode, teknik, dan prosedur sehingga tidak perlu berdebat kusir sebagaimana yang dilakukan oleh teman-teman saya. 

Selanjutnya di Google saya menemukan bahwa terdapat banyak jenis metode yang dapat dipilih untuk melaksanakan suatu penelitian. Dan tentu saja, juga terdapat lebih banyak lagi teknik penelitian karena satu metode dapat dilaksanakan dengan menggunakan lebih dari satu teknik. Hanya saja, setelah melakukan penelusuran di Google, saya menjadi bingung karena jenis metode penelitian ternyata disajikan secara tidak konsisten. Maksud saya, ada yang mendasarkan jenis penelitian pada cara pengumpulan data, ada yang mendasarkan pada kategori data yang dikumpulkan, ada pula yang mendasarkan pada teknik yang digunakan untuk menganalisis data. Sebenarnya ini tidak akan membingungkan, kalau saja penggolongan dengan dasar yang berbeda-beda tersebut tidak dicampuradukkan menjadi satu. Dari hasil penelusuran tersebut saya memilah-milah jenis-jenis penelitian sesuai dengan dasar yang digunakan untuk membedakan:

Saya masih mempelajari jenis-jenis yang sedemikian banyak ini sehingga baru akan bisa memaparkannya pada tulisan berikutnya. Untuk sekarang, silahkan klik tautan yang tersedia untuk memperoleh penjelasan lebih rinci.
Lalu bagaimana memilih metode yang tepat menjadi suatu metodologi yang koheren? Situs situs Explorable menyatakan bahwa metode penelitin harus disesuaikan dengan tujuan penelitian dan situs EIPPEE memberikan contoh metode penelitian yang sesuai untuk beberapa kategori tujuan penelitian tertentu. Perlu diperhatikan bahwa yang dimaksud dengan metode pada situs ini merupakan campuran antara metodologi dan metode dan metode didasarkan pada teknik khusus analisis data (yang membingungkan saya karena mencampuradukkan sesuatu yang dasarnya berbeda-beda). Hanya saja, penggabungan metode menjadi satu metodologi yang koheren memerlukan pertimbangan lebih daripada sekedar tujuan penelitian karena untuk itu perlu pemahaman dasar terhadap filsafat ilmu (philosophy of science), sebagaimana telah saya paparkan pada tulisan Apa Yang Kamu Cari Palupi: Apa Itu Sudut Pandang atau Paradigma Penelitian?
Merujuk pada pendekatan yang digunakan tiap-tiap kutub, maka peneliti positivis cenderung memilih metode untuk melakukan generalisasi, sedangkan peneliti anti positivis cenderung memilih metode dengan pendekatan kasus. Contoh metode untuk melakukan generalisasi adalah metode survei dan metode eksperimental, sedangkan contoh metode untuk mendeskripsikan kasus adalah studi kasus serta wawancara mendalam dan diskusi kelompok fokus (bagian dari metode wawancara). Selain sebagai metode tertentu, misalnya survei rumah tangga, survei juga bisa menjadi metodologi bila dalam pelaksanaannya digabungkan metode-metode survei rumah tangga, survei informan kunci, dan survei pengamatan. Demikian juga dengan studi kasus, selain sebagai metode juga dapat menjadi metodologi bila dalam pelaksanaannya digabungkan beberapa metode, misalnya wawancara dan metode pengamatan. Karena itu, untuk penelitian-penelitian yang menggunakan tidak hanya satu metode untuk pengumpulan data, saya merasa lebih tepat menggunakan metodologi penelitian daripada menggunakan metode penelitian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar